Dari Laut Sampai ke Perut

Follow sejutablog on Twitter
Data Halaman Blog:
» Ditulis hari oleh Sandra
» Kategori: Kuliner & Wisata
» Telah 2.999 kali dibaca
Topik Sejenis:
Berikan Komentar!
» Belum ada komentar
» Ayo berikan pendapat Kamu
» Komentar dalam RSS

sunset2

Belum ke Bali rasanya, meskipun sudah mendarat di Bandara NgurahRai, kalau belum makan malam di Pantai Jimbaran, nama yang sangat populer bagi pecinta kuliner seafood. Tidak mudah memang untuk menemukan rasa yang sama saat kita kembali berada di luar Bali. Setidaknya itulah pandangan pribadi saya. Jadilah saya selalu ke Jimbaran kalau ke Bali. Kawasan Jimbaran dan Kedonganan dikenal sebagai kampung penghasil ikan, dimana sebagian warganya berprofesi sebagai nelayan. Lama-kelamaan banyak yang berinisiatif untuk mendirikan restoran khusus untuk olahan dari hasil laut hingga sekarang.

Ada banyak alasan seorang konsumen datang untuk makan di sebuah restoran seafood. misalnya. Mungkin ada yang datang karena hobinya memang makan ikan laut dan udang, karena kandungan protein hewani yang banyak.
Namun, alasan lain bagi saya yang ingin sekali merasakan bumbu khas Bali yang enak di Jimbaran.

Beberapa hari lalu, saya kembali makan malam di Jimbaran. Sambil memandangi ombak laut yang ‘mengalun merdu dan berdiskusi dengan pasangan untuk memilih tempat yang nyaman untuk bersantap. Akhirnya pilihan kami jatuh ke resto bernama Sharkey’s Grilled Seafood. Aroma lkan bakar dan Kerang hilau bumbu Bali pun segera terbayang. Disajikan dengan nasi putih yang mengepul panas, aromanya hmm… benar-benar menggoda!.

interior_gallery

Syukurlah hujan turun, sehingga kami memilih meja makan di pinggir pantai. Uniknya, di lokasi ini, hanya ada resto Sharkey’s saja dimana lokasinya bersebelahan dengan pasar malam dan pusat pasar ikan. Jadi, sambil makan, kami
bisa langsung melihat puluhan kapal nelayan yang hilir mudik silih berganti mencari ikan. Hal yang langka, bahkan tidak dapat ditemui di kota-kota besar lainnva.

Ada berbagai macam ikan yang ditawarkan di sana, mulai dari Kerapu, lkan Kakap Merah maupun Kakap Putih, dan ikan laut lainnya. Harganya pun bervariasi, mulai dari sekitar Rp 9.000/100 gram hingga belasan ribu per 100 gram-nya. Tentu pemilihan ikan ini perlu kita sesuaikan dengan keadaan ‘kantong’ dan rasa ikan favorit kita. Karena kemarin kami hanya berdua, kami memilih set menu. Sebagai menu pembuka, kami disuguhkan ‘Soup lkan’. Dan untuk  ikannya, pilihan pun kami jatuhkan pada lkan Kerapu. Untuk sajiannya, kami ditawarkan oleh pemilik resto, Putu Maryana, dengan sajian ‘Goreng Sambal Rajang’. Yang dimaksud ‘Sambal Rajang’ di sini, bentuknya seperti sambal yang sengaja hanya diiris kasar/ rajang. Dengan irisan cabe, jahe, bawang merah, bawang putih, dan bumbu lainnya dicampur, sehingga meniadi sambal. Terasa rempah-rempahnya yang cukup pekat, namun tetap enak untuk disantap ditambah dengan campuran daun dan air ieruk nipis yang menyegarkan. Racikan bumbu tradisional Bali itu sepertinya akan menghangatkan tubuh kami saat diterpa angin laut sepoi-sepoi malam itu.

Tidak perlu menunggu lama, hidangan kami siap disajikan satu persatu. Dibandingkan dengan Baronang yang biasa kami pesan, ‘Kerapu Goreng Sambal Rajang’ kemarin tidaklah seperti bayangan kami. Benar-benar luar biasa! Menu ini bisa jadi trademark restoran ini yang diberi 4-bintang dari chef recommendation. Terasa lengkap hidangan kami ketika set menu yang berisi lkan Kakap Putih Bakar, Udang Saus Mentega, Kerang Bumbu khas Bali dan sate Cumi yang biasa saya gunakan sebagai ‘benchmark’ di restoran seafood, ternyata hari itu lengkap tersedia menjadi satu plate untuk setiap orangnya. Semua dimasak dengan tingkat kematangan yang merata. Bumbunya pun merasuk cukup kuat sehingga terasa lezat ketika disantap. Tak kalah lezat, kakap bumbu jimbarannya pun patut diacungi jempol. Kakap dibakar dan diberi racikan bumbu sambal khas Bali. Udang goreng menteganya dimasak cukup kering. Namun, saya berani menjamin bahwa udang goreng mentega di Jimbaran ini berbeda dari hidangan sama di restoran lain. Ternyata rasanya memang layak diberi rekomendasi setinggi itu. Apalagi ditemani dengan Cah Kangkung, yang walaupun polos
namun rempahnya sangat terasa (bukan hanya rasa bawang putih!).

sharkeys-special-fresh-grilled-seafood-2

Sebagai hidangan penutup, kami memesan kopi  tubruk khas Bali. Hangatnya kopi dan rasanya yang gurih. Potongan buah juga menutup hidangan kami dengan sempurna. Tidak perlu khawatir, aneka potongan buah diberikan cuma-cuma alias gratis ditambah lagi dengan penampilan live music by request, membuat kami betul-betul menikmati acara makan malam saat itu.

Titik kekuatan restoran ini adalah keberanian mereka dalam menaruh bumbu. Agaknya mereka cukup mengenal dengan lidah orang Indonesia yang sangat ‘demanding’ terhadap rempah. Sambal yang mereka buat juga beraneka ragam dan menggigit. Kelebihan lain yang dimiliki gerai ini jika dibandingkan gerai lainnya di kawasan Jimbaran, adalah pengunjung dapat menikmati wahana wisata perahu. Hanya saja, harus dipesan dan disesuaikan dengan kondisi cuaca saat itu. Lain kali, mungkin harus menelpon dulu untuk memesan tempat dan menikmati wisata tersebut.

sharkeys-special-fresh-grilled-seafood-3

Akhirnya, kesimpulan kami hanya satu: meskipun hidangan laut di restoran ini tidak bisa dibilang murah, It’s worth with the cost!  Bagi Anda pecinta seafood, tunggu apalagi? datang saja ke Sharkey’s Grilled Seafood, Taste on Paradise lsland

  • Sharkey’s Grilled Seafood
  • Jln. Segara Madu, Kelan Beach, Jimbaran Bay Bali- Indonesia Phone: +62 361-709094, 709 41 9 Fax: +62 361-709033
  • website: http://www.sharkeysseafood.com
Jika kamu suka dengan tulisan ini silakan Berikan Pendapatmu!. Pantau terus perubahan dan lanjutan dari halaman blog ini dengan cara Berlangganan RSS.


Berikan Komentar

 

SejutaLagu
Permainan Game Online Gratis