Keplok Wajib & Olahraga Plus

Follow sejutablog on Twitter
Data Halaman Blog:
» Ditulis hari oleh Abdul Cholik
» Kategori: Serba-Serbi
» Telah 1.263 kali dibaca
Topik Sejenis:
Berikan Komentar!
» Belum ada komentar
» Ayo berikan pendapat Kamu
» Komentar dalam RSS

Kali ini ada dua artikel dari member (Bapak Abdul Cholik) yang kami pertimbangkan untuk dipublikasikan, namun demi pertimbangan yang lain, dua artikel kami jadikan satu posting, isinya menggelitik kami untuk mempubliskannya. Rekan-rekan member yang lain bisa mengikuti pola serupa, jika merasa kesulitan membuat artikel yang panjang, bisa mengikuti pola seperti ini – admin

Keplok wajib

Sebagaimana kebiasaan yang sudah berlangsung lama – acara spontanitas selalu mewarnai malam pisah sambut pejabat lama dan pejabat baru disebuah departemen.

Tampak seorang ibu berparas cantik menyanyikan lagi Love Me Tender dengan suara yang begitu merdu. Tepuk tangan undangan menggemuruh begitu lagu itu selesai didendangkan.
Giliran berikutnya seorang staf yang wajahnya standard namun suaranya begitu mendayu-ndayu memukau. Sesuai menyanyikan lagu Dingin yang pernah dipopulerkan Hety Kus Endang tepuk tangan hadirin juga tak kalah meriah. Bahkan ada yang teriak “ More..more…..”

Kini giliran seorang ibu yang tak muda lagi, wajah juga biasa-biasa saja tetapi suaranyaaaaaaa….fals dengan komplikasi melengking semi parau.
Begitu lagu “ Apa-apanya Donk “ berakhir , hadirin serentak berdiri dan memberikan applaus bertalu-talu.
Seorang undangan bertanya “ Kok sambutannya meriah banget emang siapa wanita bersuara blero itu ?””.
” Isteri Dirjen ”, kata seorang staf instansi tersebut setengah berbisik.

Olahraga plus

Bola putih mungil itu hanya berjarak 40 cm dari lubang. Dengan lembut dan hati-hati saya ayunkan putter kearah bola…bola menggelinding dan masuk lubang dengan mulus. ” Par !! “, teriakku. Si boss yang bolanya tak jauh dari lobang juga par. Alhasil pada hole 6 ini saya dan boss berada pada posisi draw. Itu berarti tak ada satupun dari kami berempat yang ” narik bonus”. Lembaran 20 puluh ribuan masuk kantong lagi.

Tapi tunggu dulu. Si boss diam saja tetapi 2 orang rekan saya kok mulutnya pyak-pyek plus menampilkan wajah yang sedang ” kurang enak hati “. Daripada ” situasi dan kondisi menjadi tidak kondusif” maka saya bertanya kepada mereka :” Ada apa sih ??”. Salah seorang rekan menjelaskan ” Kamu ini gimana tho, tadi si boss kan mau par, lha kok bola kamu dimasukkan sih “.

Ooooooo… sekarang jelas terang terwoco, cetho terwelo-welo masalahnya.
Rupanya dalam olahraga kali ini juga sedang dibarengi olahrasa. Mereka minta saya memberi kesempatan kepada boss untuk menang. Aplikasi dilapangannya adalah ” Bola kamu tadi jangan dimasukkan donk ach ”
Lha kenapa mereka nggak bilang dari awal kalo ada “sandiwara” seperti itu. Bagi saya sih bola pada jarak dekat gitu kalau tidak dimasukkan kan kelihatan banget dagelannya. Kalau si boss tetap harus dimenangkan mestinya dia malu donk. Selain nggak sportif ,olahraga akal-akalan seperti itu kan bisa merendahkan derajat dan martabatnya. Lha demi mendapatkan bonus 60 ribu rupiah saja anak buah harus main sabun he..he..he.

Saya yakin bahwa sebenarnya boss nggak mau dibegitukan. Tapi tetap saja ada bawahan yang suka “cari muka alias carmuk”. Padahal tindakan bawahan seperti itu sama saja dengan memasang topeng badut di wajah bosss.
Bagaimana menurut anda ???

Jika kamu suka dengan tulisan ini silakan Berikan Pendapatmu!. Pantau terus perubahan dan lanjutan dari halaman blog ini dengan cara Berlangganan RSS.


Berikan Komentar

 

SejutaLagu
Permainan Game Online Gratis