Renungan Rohani

Follow sejutablog on Twitter
Data Halaman Blog:
» Ditulis hari oleh Danang
» Kategori: Edukasi & Sejarah
» Telah 6.336 kali dibaca
Topik Sejenis:
Berikan Komentar!
» Sudah ada 5 komentar
» Ayo berikan pendapat Kamu
» Komentar dalam RSS

Saat browsing di internet nemu artikel dibawah ini, tapi maaf lupa mencatat alamat websitenya, mudah-mudahan bisa menjadi bahan renungan bagi saya dan teman-teman yang membaca artikel ini.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka.Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu.Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. “Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya.”

Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup. Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda dapat mendengarkan rahasia itu.

“Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?

Setelah membaca artikel diatas, ada hal yang bisa saya ambil hikmahnya, kalau boleh sharing diantaranya :

  1. Tidak menyepelekan hal-hal yang kecil, misalnya membaca membaca doa sebelum melakukan sesuatu. Kadang-kadang hal-hal yang dianggap remeh terlewat dari pikiran dan tindakan kita, seperti melakukan doa sebelum makan, doa ketika hendak bepergian dan lainnya.
  2. Berusaha terus menimba ilmu agama walaupun hanya mencari artikel-artikel agama lewat internet, saya merasa masih sedikit sekali ilmu agama yang saya pahami.
  3. Saling mengingatkan dan mengajak kearah kebaikan terutama kepada lingkungan keluarga sendiri

mudah-mudahan artikel diatas bisa meng-inspirasi kita semua untuk berbuat yang jauh lebih baik dari hari ini.

Di kutip dari buku : “Rindu Rosul – Meraih cinta ilahi melalui syafaat Nabi Saw”
hal 31-33

Sumber :
Penulis: Jalaluddin Rakhmat, penerbit: Rosda Bandung, September 2001.

Jika kamu suka dengan tulisan ini silakan Berikan Pendapatmu!. Pantau terus perubahan dan lanjutan dari halaman blog ini dengan cara Berlangganan RSS.


5 Komentar pada Renungan Rohani

  1. avatar Ot.Ghufron mengatakan:

    Ceritanya sangat bagus, memang tiada satupun yang berarti tanpa syafa’at darinya.

  2. avatar adipatria mengatakan:

    Saya trenyuh.. mendengar cerita diatas .. insya Allah dapat menjadi contoh dan Hikmah Bagi kita semua.. bahwa didalam kehidupan ini, sekecil apapun yang kita jalani harus memberikan manfaat bagi kehidupan

  3. avatar yudas mengatakan:

    tukar link yuk

  4. avatar fransiskus mengatakan:

    hi guys ..
    Saya mohon izin ke admin …
    bagi siapa saja yang memiliki kesaksian yang luar biasa, silakan pada saham yang akan ditampilkan pada blog rohani saya .. fransiskuswiguna.blogspot.com
    kirim email ke kotakkesaksian@yahoo.co.id
    dengan format:
    Nama:
    umur:
    kota:
    kesaksian:

    atau hanya untuk FB sya valdianp@yahoo.com kotak masuk dengan format yang sama …
    Thnx ..
    | † | GBU | † |

  5. avatar abdu mengatakan:

    mantab

Berikan Komentar

 

SejutaLagu
Permainan Game Online Gratis