
Tulisan ini akan mengupas tuntas tentang Adobe Photoshop. Sangat cocok bagi Anda yang baru mengenal dan belajar pertama kali hinggal tingkat lanjut. Tulisan ini akan dibagi ke dalam beberapa seri untuk memisahkan dan memberikan kesempatan kepada Anda untuk mempraktekkannya terlebih dahulu.
Saat ini versi Photoshop sudah mencapai versi CS4. Bagi Anda yang masih menggunakan versi lama tidak menjadi masalah karena artikel ini akan mengulasnya secara umum dan akan mendapatkan hal yang sama antara versi terdahulu dan yang terbaru.
Marilah kita awali dulu dengan bagaimana cara membuka program Adobe Photoshop. Membuka Photoshop pada sistem operasi Windows XP/Vista bisa anda lakukan dengan klik Start - programs - Adobe - Adobe Photoshop. Atau jika pada tampilan Windows XP/Vista anda sudah terdapat ikon (shortcut) dari Photoshop, klik ganda ikon tersebut untuk membukanya.
Setelah masuk ke Photoshop, tindakan apa yang harus anda lakukan? Beberapa tindakan yang harus dikuasai sebagai dasar dari pengoperasian file dan image lebih lanjut, akan saya uraikan berikut ini.
Jika anda ingin membuat pekerjaan baru yang masih kosong, anda bisa lakukan dengan cara ; klik menu File - New (Ctrl+N). Setelah muncul kotak dialog, isikan ukuran image yang ada inginkan dalam satuan yang bisa dipilih beserta resolusinya. Setelah cocok, klik OK.
Jika dalam harddisk komputer, disket, atau CD anda sudah tersimpan file image dan ingin anda buka, anda bisa langsung membukanya dengan cara; klik menu File - Open (Ctrl+O). Setelah muncul kotak dialog, pilih direktori dan file yang dituju, lalu klik OK.
Anda bisa membuka beberapa file sekaligus untuk secara bersamaan dibuka pada Photoshop. Caranya dengan memilih file-file tersebut sambil menekan terus tombol Ctrl pada keyboard.
Scanning adalah mengubah gambar atau foto yang dihasilkan oleh kamera biasa menjadi citra digital melalui scanner. Dengan begitu gambar bisa diolah dengan komputer. Photoshop bisa melakukan proses ini melalui fasilitas import (klik File - Import – Program scanner anda). Setelah itu akan muncul program bawaan dari scanner anda. Lakukan sesuai dengan petunjuk program scanner-nya. Setelah anda berhasil scan dengan program tersebut, Photoshop dengan sendirinya akan membuat dan menampilkan pekerjaan baru dimana termuat gambar yang anda scan.
Ingat, pekerjaan yang sedang dikerjakan secara berkala harus anda simpan. Lakukan saja dengan cara tekan tombol Ctrl+S.
Menutup suatu pekerjaan dengan mudah dapat anda lakukan dengan klik kotak bertanda silang yang berada di sudut atas atas kanan anda jendela image yang sedang dibuka (diaktifkan). Jika menutup pekerjaan sekaligus keluar dari Photoshop, tekan saja kombinasi tombol Alt+F4 pada keyboard.
Cropping adalah memotong image pada bagian tertentu, sehingga sesuai tampilan yang anda inginkan.
![]()
Gambar 1.1: Cropping tool
Cropping dalam Photoshop menggunakan cropping tool. Caranya :
Selecting adalah memilih keseluruhan, beberapa, atau satu daerah tertentu dari image untuk dioperasikan sesuai keinginan anda. Area yang sudah dipilih akan dikelilingi garis putus-putus yang berkedip untuk membatasi area yang terpilih.
Gambar 1.2. Peralatan memilih
Berikut adalah hal-hal penting dalam memilih :
Membuat tulisan dapat dengan mudah anda lakukan dengan Photoshop. Photoshop menyediakan text tool, kotak yang huruf “A”, untuk menulis. Cara membuat teks yaitu klik text tool dan klikkan pada area image maka akan muncul kotak dialog dimana anda dapat mengatur karakteristik dari teks yang akan anda buat.
![]()
Gambar 1.3. Text tool
Sedangkan untuk Photoshop versi CS hingga versi baru menyediakan text marquee tool, yang bergambar huruf “A” dengan garis putus-putus, dimana kita bisa membuat pilihan yang berbentuk teks sehingga memudahkan untuk mengisinya dengan fill atau material isisan yang lain..
Mengatur penampilan meliputi melihat image secara keseluruhan, memperbesar, memperkecil, dan menggeser untuk melihat sisi yang lain. Tool utama yang digunakan adalah Zoomtool (Z).
![]()
Gambar 1.4. Hand tool dan zoom tool
Memperbesar penampilan sehingga detilnya bisa kita amati adalah tindakan yang akan sering dilakukan dalam proses manipulasi image. tindakan ini dengan menggunakan zoomtool yang bergambar kaca pembesar. Berikut beberapa hal penting dalam mengatur penampilan :
Mewarnai bisa dilakukan dengan airbrush tool (untuk dampak pewarnaan yang lembut), paintbrush tool (untuk dampak pewarnaan yang relatif kuat). Prosentase kekuatannya bisa dipilihan pada option (Window-Show Option), dan mata kuas bisa dipilih pada pilihan brushes.
![]()
Gambar 1.5. Airbrush tool dan paint brush tool
Sedangkan untuk memblok dengan warna tertentu pada satu area yang kita pilih dilakukan dengan klik Edit - Fill. Lalu pilih warna yang ingin anda isikan pada area pilihan tersebut. Setiap anda melakukan pewarnaan dengan air atau paint brush tool, warna yang akan terjadi adalah warna foreground.

Gambar 1.6.. Foreground color (hitam) dan Background color (putih)
Mengganti foreground color dengan cara klik kotak foreground color (yang di belakangnya adalah warna background), lalu pilihlah warna dalam kotak dialog pemilihan warna ini. Atau kita bisa gunakan eyedropper tool untuk memilih warna yang sudah ada pada image.
![]()
Gambar 1.7. Eyedropper tool
Caranya klik eyedropper tool, lalu klik pada area berwarna pada image yang hendak kita jadikan sebagai foreground color.
Menghapus yang dimaksud bukan delete, tetapi erase, atau menghapus bagian tertentu saja dari gambar biasanya bagian kecil.
![]()
Gambar 1.8. Eraser Tool
Tindakan ini menggunakan erasertool (E). Prosentase kekuatan penghapusan bisa dipilih denga menggeser slider pada option palette. Ukuran dan dampak penghapusan bisa dipilih pada brush palette.
Mengubah posisi gambar atau menggeser gambar bisa dilakukan dengan move tool, klik move tool, lalu geser gambar ke posisi yang diinginkan.
![]()
Gambar 1.9. Move tool
Anda juga bisa melakukan hal ini dengan tekan terus tombol Ctrl pada keyboard dan drag gambar untuk mengubah posisinya.
Gambar ingin diperbesar atau diperkecil bisa dilakukan dengan klik menu Edit - Free Transform (Ctrl+T). Lalu akan muncul rangka gambar dengan handel-handel yang bisa digeser-geser untuk mengubah besar kecil gambar. Agar perubahan yang dihasilkan sebanding ukuran sebelum diubah, drag-lah handel yang di sudut sambil menekan terus tombol Shift pada keyboard. Anda juga bisa mengubah ukuran dengan cara memilihnya terlebih dulu.
Dengan cara ini anda juga bisa memutar obyek. Tekan Ctrl+T, tempatkan kursor di luar area dekat salah satu titik handel hingga kursor berubah menjadi rotate mode (anak panah melengkung), lalu drag untuk memutarnya.
Gambar kadangkala memiliki noda-noda yang mengganggu. Jika anda ingin menghilangkan noda tersebut gunakanlah stamp tool (S). Cara kerja stamp tool ini adalah menutup noda dengan area sekitar noda atau area lain pada gambar yang memiliki kesamaan warna atau tekstur dengan area yang tertutup noda.
Gambar 1.10. Stamp tool
Cara melakukan pekerjaan ini adalah klik stamp tool (S), untuk mengambil warna atau area penutup noda klik area tersebut sambil tekan terus tombol Alt. Untuk menutup noda lepaskan tombol Alt, klikkan pada noda. Stamp juga membolehkan anda memilih kuas (brush) dan mengatur kekuatannya (opacity).
Demikian dulu tulisan pertama ini, jangan lupa untuk ikuti seri berikutnya.

Citra digital adalah obyek yang diolah oleh Photoshop. Lalu apa yang disebut sebagai citra digital? Sebelum belajar menggunakan program pengolah citra digital paling populer ini, marilah berkenalan dengan dulu dengan citra digital.
Citra digital (untuk memudahkan, selanjutnya bisa saya sebut sebagai gambar) adalah kumpulan titik-titik (dots) yang membentuk (mencitrakan) gambar tertentu. Pencitraan itu terjadi karena adanya tingkat kerapatan maupun perbedaan warna dari titik-titik tersebut. Dalam citra digital yang ditampilkan melalui monitor komputer, titik ini disebut pixel (picture element). Titik (dot) dan pixel walaupun berbeda istilah, mengacu kepada pengertian yang sama.
Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan untuk memahami citra digital.
Resolusi adalah banyaknya titik (pixel) per ukuran panjang. Satuan yang biasa digunakan adalah dpi (dot per inch) atau ppi (pixel per inch). Suatu gambar dengan ukuran 10×10 pixels dan memiliki resolusi 10 dpi, akan berdimensi 10×10 inci, dan jika resolusinya 20 dpi, maka akan berdimensi 0,5×0,5 inci.
Semakin tinggi resolusi akan memperhalus citra atau gambar tersebut. Jika kita badingkan dua buah gambar dengan dimensi sama, tetapi resolusi berbeda yaitu misalnya 10 dpi dan 20 dpi, maka gambar dengan ukuran 20 dpi akan terlihat lebih halus (tidak berundak). Pada proses perubahan ukuran dimensi gambar yang mengakibatkan reproduksi titik, tingginya resolusi belum tentu menyatakan tingginya kualitas (bagus-jeleknya) gambar tersebut.
Dan yang harus diperhatikan juga adalah, semakin tinggi resolusi pada ukuran dan jenis file gambar yang sama, akan menjadikan ukuran file (byte) bertambah besar sehingga akan memakan memori komputer lebih banyak.
Anda bisa mengatur resolusi pada saat membuka file baru (File - New). Pilihlah resolusi yang diinginkan pada kotak isian Resolution. Pada saat anda melakukan scanning dengan scanner, anda bisa melakukan pengaturan berapa nilai resolusi yang diinginkan. Pilihlah resolusi yang tinggi (misalnya 300 ppi), sehingga kualitas gambar yang dihasilkan akan relatif bagus. Adapun setelah itu resolusinya dikurangi dalam Photoshop, maka tidak akan terjadi penurunan kualitas gambar yang berarti.
Mengatur resolusi gambar dengan Photoshop bisa anda lakukan dengan cara klik Image - Image Size. Masukkan nilai resolusi yang anda inginkan pada kotak isian Resolution. Perubahan ini akan mengubah ukuran gambar (Pixel Dimension) dan tetntu saja ukuran file.
Rentang nada adalah rentang dari gelap (hitam) ke terang (putih) dari suatu warna. Photoshop mengistilahkan gelap dan terang ini sebagai highlight dan shadow. Mengatur rentang nada suatu gambar berarti mengubah kecerlangan (brightness) dan ketajaman (contrast) gambar. Hal ini bisa anda lakukan dengan klik Image - Adjust - Level. Input levels pada kotak dialog Levels, berguna untuk menambahkan kontras. Sedangkan Output levels berguna untuk mengurangi kontras. Segitiga kecil yang ada pada bagian highlight, shadow, juga pada midtone merupakan slider yang bisa digeser-geser.

Gambar 2.1. Kotak dialog levels
Image file yang diolah oleh Photoshop disimpan dalam tipe PSD. Tipe ini akan menyimpan informasi layer, channel dan informasi-informasi file lain yang dibutuhkan dalam pengolahan Photoshop. Jika anda ingin mengedit kembali suatu gambar, maka simpan saja dalam format ini. Yang harus anda ingat, format file tipe ini memakan kapasitas memori relatif besar bila layer atau channel yang anda gunakan juga banyak.
Tipe yang relatif paling irit (biasanya digunakan untuk keperluan di internet) adalah tipe JPG. Anda bisa menyimpannya dalam tipe ini jika pekerjaan yang anda lakukan sudah final, karena informasi-informasi seperti layer, channel, dan sebagainya tidak akan tersimpan.