Surga dan Neraka

Follow sejutablog on Twitter
Data Halaman Blog:
» Ditulis hari oleh Bluejean
» Kategori: Serba-Serbi
» Telah 1.503 kali dibaca
Topik Sejenis:
Berikan Komentar!
» Belum ada komentar
» Ayo berikan pendapat Kamu
» Komentar dalam RSS

Motivasi

Banyak pakar-pakar kejiwaan yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang malas di dunia ini, yang ada hanyalah orang yang kurang termotivasi. Kebanyakan di dunia motivasi terbesar adalah uang, dengan uang seringkali membuat seseorang menjadi lupa diri. Lupa nurani dan harga dirinya.
Padahal kalau kita mau mengkaji ajaran agama, tujuan kita didunia adalah mencari bekal amal kebajikan untuk hidup di akherat. Tetapi memang didunia banyak sekali godaan duniawi yaitu harta, tahta dan wanita, lebih jauh lagi orang jawa mengklasifikasikan menjadi mo-limo, Lima M yaitu sebagai Maling (mencuri, termasuk juga korupsi), madat (nyabu), main (berjudi), minum (mabuk-mabukan), dan madon (main perempuan).

Untuk menggambarkan motivasi, contohnya orang yang dianggap paling malas sekalipun, disuruh mengambil uang yang besarnya Rp. 1 milyar disuatu tempat keramaian tapi hanya boleh memakai celana dalamnya saja, biasanya banyak orang yang mau, hanya orang yang masih bersih akal pikiran dan nuraninya sajalah yang akan menolaknya. Bagaimana dengan diri anda? maukah anda?

Motivasi Terhebat

Bagi orang muslim, sebenarnya tidak usah jauh-jauh mencari sumber motivasi, semua ada dalam Al-Qur’an yang merupakan Kallam/firman Allah SWT yang pasti 100% kebenarannya. Disana akan ditemui janji-janji Allah untuk manusia yaitu Surga yang akan diberikan bagi orang muslim yang taqwa, tapi mungkin karena sifat-sifat kita yang tidak mudah untuk mempercayai sesuatu, maka diberikan pula ancaman dengan adanya Neraka yang diberikan bagi orang-orang yang mendustai firman-firman-Nya.

Keterangan Tentang Surga

Istilah Surga dalam bahasa Arab disebut Jannah.

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar-Ra’du 13:35)

Selain ayat diatas dapat ditemui juga keterangan yang lain dalam Al-Qur’an yaitu :(QS.Al-Hijr:45-48), (QS.Al-Hajj 23), (QS.Yaa-siin 55—58), (QS.Ad- Dukhaan: 51-55)

Keterangan Tentang Neraka

Dalam bahasa Arab disebut naar النار
Neraka adalah tempat penyiksaan bagi mahluk Allah yang membangkang. Mereka adalah orang-orang yang membangkang terhadap syariat Allah dan mengingkari Rasulullah saw. Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama Jahannam. Jahannam itu memiliki 7 pintu, setiap pintu (tingkat), telah ditetapkan untuk golongan tertentu dari para makhluk-Nya.

Kata neraka sering disebutkan dalam kitab suci Al-Qur’an dan jumlahnya sangat banyak sekali diantaranya :
(At-Taubah 9:35), (Al-Mu’min 40:71-72), (Ad-Dukhan 44:47-49), (Al-Haqqah 69:30-32), (Al-Hajj 22:19-22)

Jadilah Peniru yang Baik

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan juga motivator terbaik untuk hidup didunia sebagaimana disinggung diatas mengenai surga dan neraka, agar kita termotivasi untuk mengejar kebaikan di dunia untuk mendapatkan kebaikan di akherat yaitu surga/jannah. Langkah yang paling mudah adalah kita mengikuti orang pilihan dan mulia yang telah mendasari hidupnya dengan Al-Qur’an yaitu Nabi Muhammad SAW. Agar kita bisa selamat di dunia dan di akhirat paling mudah adalah menjadi peniru yang baik. Kita bisa belajar dengan tauladan beliau lewat hadist-hadist yang sahih, yang terpercaya urutan-urutannya penyampai hadistnya nyambung langsung Nabi Muhammad SAW, seperti sudah di teliti dan dikumpulkan dalam buku hadist seperti diriwatkan oleh ahli-ahli hadist yang terkenal seperti Al-bukhari, Muslim, At-Turmudzi dll

Sekedar Analisa

Kenapa bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim masih banyak terdapat korupsi?
Kalau saya pikir kembali lagi ke masalah pendidikan, baik pendidikan formal maupun pendidikan agama harus lebih serius lagi dipikirkan pemerintah dengan porsi yang lebih seimbnag antara pendidikan formal dan agama juga pendidikan budi pekerti. Kalau pendidikan dah merata, ilmu agama juga sudah merata akan mudah menangkis pengaruh-pengaruh negatif dari luar.

Tapi semuanya kembali ke pribadi diri kita masing-masing, apa masih mau terus belajar ilmu agama atau hanya fokus di ilmu formal. Mudah-mudahan tulisan yang tidak seberapa kualitas ini berguna minimal buat diri saya pribadi.

23 Ramadhan 1432H

Jika kamu suka dengan tulisan ini silakan Berikan Pendapatmu!. Pantau terus perubahan dan lanjutan dari halaman blog ini dengan cara Berlangganan RSS.


Berikan Komentar

 

SejutaLagu
Permainan Game Online Gratis