Follow sejutablog on Twitter
Data Halaman Blog:
» Ditulis hari oleh Eva
» Kategori: Kuliner & Wisata
» Telah 17.517 kali dibaca
Topik Sejenis:
Berikan Komentar!
» Sudah ada 7 komentar
» Ayo berikan pendapat Kamu
» Komentar dalam RSS

makanan-khas-indonesia

Local Trademark dan Produk Peranakan Kemanapun kaki melangkah, penganan tradisional pasti bisa Anda temukan di setiap daerah yang dikunjungi. Bertamasya ke ranah Aceh, Anda akan menemukan Mi Aceh. Bergerak sedikit ke bagian bawah, Anda akan menemukan daerah Minangkabau dengan hidangan Nasi Kapau yang kaya akan lauk pauk bersantan. Aneka hidangan yang jadi ciri khas di berbagai daerah, bisa Anda temukan seiring perjalanan menyusuri negeri ini. Sayur Asem di Jawa Barat, Gudeg di Yogyakarta, Roa di Manado, hingga Papeda di Papua. Setiap hidangan khas ini memberi sumbangan bagi kekayaan ragam kuliner Indonesia.

Selain makanan khas daerah, Indonesia juga memiliki jenis hidangan lain yang ikut memperkaya koleksi kuliner tanah air, yaitu makanan peranakan. Istilah “peranakan” diartikan berbeda-beda oleh sejumlah ahli kuliner dan budaya Indonesia- Bondan Winarno, “Bapak” Jalan sutra, mengartikan makanan peranakan sebagai perpaduan antara makanan Cina dan makanan pribumi yang terjadi akibat percampuran kedua budaya tersebut. Namun, menurut JJ Rizal, peneliti sejarahdi Komunitas Bambu, makanan peranakan adalah makanan yang terbentuk karena perpaduan budaya
antara orang asli Indonesia dan pendatang asing yang bukan hanya berasal dari etnis Cina.

Bagi Anda yang baru pertama kali ini mendengar istilah “makanan peranakan” mungkin tak menyangka jika jenis makanan ini adalah makanan rumahan yang lumrah disantap sehari-hari. Seperti pindang bandeng, tahu kecap, sosis daging sapi, semur daging, tumis buncis, laksa, atau lontong Cap Go Meh. Hidangan-hidangan sajian ini merupakan yang lahir dari perpaduan antara budaya asli Indonesia dengan budaya asing atau pendatang, seperti Cina dan Belanda.

Tiada Duanya dan Selalu Mengundang Rindu Baik hidangan asli khas daerah maupun makanan peranakan, sajian kuliner Indonesia punya satu ciri khas, yaitu rasa. Spicy adalah istilah yang seringkali digunakan untuk menggambarkan rasa khas masakan lndonesia. Berasal dari kata spice yang berarti rempah, rasa spicy yang ditemukan dalam hidangan-hidangan Indonesia berasal dari biji rempah-rempahyang tumbuh subur di negeri ini, seperti cengkeh, pala, dan lada.

Begitu khas rasa yang dihasilkan oleh biji-bijian ini, mendorong bangsa Eropa berbondong-bondong mengunjungi Indonesia di abad 19. Bagi orang yang memiliki pengalaman tinggal di belahan Eropa dan Amerika, komentar-komentar mengenai kekhasan rasa ini pasti sering Anda dengar. Namun, tidak hanya di Eropa atau Amerika Anda, di sesama negara Asia-pun, seperti Malaysia, Thailand, dan India, yang notabene punya kemiripan alam dan budaya, tetap berbeda rasanya.

Oleh karena itu, penduduk Indonesia gampang merasakan gen pada kampung halaman jika sudah lama tak bersentuhan dengan Tanah Air. Khususnya pada hidangan khas Indonesia yang tidak dapat ditemukan di negara tempat mereka berada. Tidak mengherankan jika banyak pelancong asal Indonesia yang seringkali “tertahan” di bagian pemeriksaan bagasi beberapa bandara internasional karena kepergok membawa terasi, sambal goreng, rendang, abon, atau jenis-jenis makanan tradisional lainnya. Hal ini semata-mata mereka lakukan untuk mengobati kerinduan akan “makanan rumah”.

Enjoy Your Varieties!

Seperti kekayaan dam lainnya, penduduk Indonesia juga perlu berterima kasih atas keragaman kuliner yang dihasilkan oleh negeri ini. Sayangnya, seringkali kita lupa akan kekayaan ini dan akhirnya semakin lama warisan masakan tradisional ini hilang tertelan oleh masa. Terlebih dengan semakin maraknya kehadiran berbagai resto atau fastfood internasional. Tanpa usaha pelestarian, bukan tak mungkin suatu hari nanti kita tidak dapat lagi merasakan nikmatnya gado-gado atau segarnya es teler, karena semakin sulitnya mencari makanandan minuman sederhana yang kaya rasa ini.

Aneka Cemilan

1. Lapek Bugih

lapek bugih

Kue ketan berisi gula merah atau gula pasir ini, ditaburi kelapa parut, dibungkus daun pisang, lalu dikukus dengan santan. Rasanya lezat luar biasa, terutama jika dimakan hangat-hangat di pagi hari. Di Padang, tepatnyadi Toko Ayu di Jl. Thamrin atau jika sedang di Bukit Tinggi kue ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di mana-mana. Sayangnya,Lapek Bugih tidak bisa disimpan lama-lama. Tanpa pendingin, daya tahannya hanya sampai 6 jam.

2. Batagor

batagor-bandung

Bakso tahu goreng (Batagor) memang menjadi cemilan yang nikmat dan ringan. Ikan tenggiri yang masih segar, menjadikan Batagor terasa harum dan gurih. Batagor Kingsley yang terletak di Jl. Veteran, Bandung, dan Batagor Riri
yang ada di Jl Burangrang, Bandung, adalah dua gerai batagor paling yummy.

3. Jalangkote

jalangkote

Semacam lumpia berisi tauge dengan saus khas Makassar. Ditambah air tahu (susu kedelai) yang biasanya disajikan sebagai “teman” Jalangkote. Dulu Jalangkote hanya dijual secara tradisional oleh anak-anak kecil atau nenek-nenek yang berkeliling. Kini, lumpia khas Sulawesi ini, bisa Anda cari dengan mudah di Jl. Lasinrang, Makassar.

4. Kue Dange

kue-dange

Jajanan spesial khas Sulawesi Selatan ini rasanya legit, Kue Dange namanya. Bila sedang menuju Kota Pare Pare, yaitu di poros jalan kota Pangkep, tepatnya di daerah Segeri Peseng, Anda akan menemukan deretan warung kecil yang menjual kue ini. Adonan kue yang terbuat dari campuran parutan kelapa, gula merah dan ketan hitam ini dimasukkan ke dalam cetakan dari tanah liat yang sudah dipanaskan. Lalu cetakan ditutup terbalik dengan alas daun pisang. Setelah matang, kue akan disiram dengan gula merah.

5. Surabiah

surabiah

Serabi khas Samarinda yang bertekstur lembut ini, ada yang asin dan manis. Serabi asin dicampur dengan abon ikan, sedangkan yang manis diberi tambahan saus durian. Biasanya Surabiah asin akan dimasak setengah matang lalu diberi abon dan dibalut dengan daun pisang untuk dimakan panas-panas. Sedangkan Surabiah manis lebih enak disantap saat dingin, terutama bila saus duriannya sedikit kental.

6. Kemplang

kemplang

Sejenis kerupuk berbentuk bulat pipih yang terbuat dari ikan, kulit ikan, cumi atau udang yang dicampur dengan adonan sagu. Setelah padat dan mengeras, adonan dijemur dan dikeringkan selama beberapa hari lalu digoreng. Rasanya yang asin dan gurih, makin nikmat dengan tambahan sambal yang pedas dan kecut. Ingin mencobanya? Silakan kunjungi Toko Supardi di Jl. Gajah Mada No. 104 atau Toko LCK di Jl. Jend. Sudirman No. 30. Pangkal Pinang, Bangka.

7. Tahu Gimbal

tahu-gimbal

Makanan ini mirip Tahu Telur di Jawa Timur. Bedanya, Tahu Gimbal ditambahkan potongan udang yang dibungkus tepung, digoreng kering menyerupai bakwan udang, lalu dipotong-potong sebesar ibu jari. Inilah yang disebut gimbal.Potongan gimbal ini dicampur tahu goreng, irisan telur dadar dan tumisan kol, lalu disiram bumbu yang
terbuat dari kacang, petis, kecap, bawang merah, bawang putih, garam dan merica. Tambahkan sambal sesuai selera. Anda bisa menyantapnya dengan nasi atau lontong, atau langsung menyantapnya. Tahu Gimbal Pak Man yang terletak di Jl. Plampitan No. 54, Semarang ini adalah salah satu yang terbaik.

8. Serabi Notosuman

serabi-notosuman-solo

Serabi Notosuman adalah salah satu ciri khas Kota Solo. Serabi legendaris ini telah berdiri sejak tahun 1923 dan sekarang sudah dijalankan oleh generasi ke-4. Walau demikian, resep yang dipergunakan masih sama dan dimasak dengan cara yang juga sama. Serabi asli Solo ini tidak disiram dengan kuah santan yang manis, karena rasanya sendiri sudah manis dan gurih. Bentuknyapun seperti Kue Ape dengan bagian pinggir yang keringdan renyah.

9. Asma Rujak

asma-rujak

Berisi ketimun, bengkoang, nanas, tahu, kepiting dan udang. Selanjutnya, bahan-bahan ini akan disiram bumbu kacang yang kental. Wuih… segar sekali rasanya jika disantap saat siang hari. Rujak ini dengan mudah bisa Anda temui di Kota Tanjung Pinang, atau bisa juga Anda mampir ke Rumah Makan Pagi Sore di Tanjung Pinang.

10. Pisang Epe

pisang-epe-makassar

Pisang setengah matang ini dipipihkan lebih dulu sebelum dibakar. Setelah itu akan disiram dengan saus yang beragam. Ada saus gula aren, durian atau cokelat. Bisa juga ditambahkan parutan keju. Menikmati Pisang Epe di pinggirPantai Losari sambil menunggu matahari tenggelam sungguh sangat romantis bila dilewati bersama pasangan.

Menggugah selera Anda? yuuuk, kita cari dan temukan makanan dan minuman tersebut.

Jika kamu suka dengan tulisan ini silakan Berikan Pendapatmu!. Pantau terus perubahan dan lanjutan dari halaman blog ini dengan cara Berlangganan RSS.


7 Komentar pada Wisata Cita Rasa Kuliner Indonesia

  1. avatar Blog CasCus mengatakan:

    wuiih kemplang tuh enak. Renyah dan Garing.. Kriuk.. kriiuuk…

  2. avatar Rakyat Biasa mengatakan:

    Tempat ngumpul Facebook’ers Indonesia.

    Forum bebas bicara menyampaikan ungkapan cinta, keluh kesah, harapan, kritik, dan saran untuk bangsa ini.

    http://www.facebook.com/pages/Republic-of-Indonesia/170068143639

  3. avatar Sandra mengatakan:

    Serabi notosuman emang yummie…. :)

  4. avatar rabdi mengatakan:

    ane jadi lapar neh mba’ eva…….tapi bisa gak buatin ane ikan seluang plotuk dan bingka berendam khas pontianak,he..he..tantang neh!!!

  5. avatar sejutaweb.com mengatakan:

    Wisata Cita Rasa Kuliner Indonesia…

    Local Trademark dan Produk Peranakan Kemanapun kaki melangkah, penganan tradisional pasti bisa Anda temukan di setiap daerah yang dikunjungi. Bertamasya ke ranah Aceh, Anda akan menemukan Mi Aceh. Bergerak sedikit ke bagian bawah, Anda akan menemukan d…

  6. avatar Ventiana mengatakan:

    Wah..asyiknya batagor,disini harga tahu hampir sama dgn ikannya !

  7. avatar kamto mengatakan:

    asyik dan enak pastinya

Berikan Komentar

 

SejutaLagu
Permainan Game Online Gratis