Facebook

header ads

Hak dan Kewajiban Intelektual


Beberapa tahun belakangan ini, kita sering melanggar yang namanya Hak Cipta. Entah dari lagu, software hingga hal yang paling kecil. Tak langsung, semua pelanggaran ini menjadi sebuah seni dan budaya.

Guru PMP saya waktu SMP sering mengatakan “Hak dan Kewajiban”. 2 kata yang saling mendukung satu dengan yang lain. Dimana kita memiliki hak dan kita juga harus melakukan kewajiban. Tetapi belakangan terlalu banyak ketidak seimbangan. Orang-orang ingin mendapatkan hak tetapi melupakan kewajiban. Dalam hal ini kita tengok ke program seperti Word Procesoring.

Kita butuh sebuah aplikasi handal yang membantu kita dalam bekerja, tetapi saat dipake rusak atau tidak sesuai keinginan. Lalu kita marah kepada developer, dengan kata-kata memaki pula. Padahal kalau dipikir-pikir, kita sendiri ngak pernah beli ama dia atau mudahnya melakukan kewajiban kita sebagai konsumen. Tapi kita meminta hak yang seharusnya bukan milik kita.Hal sebaliknya terjadi, kita membeli Windows (asli) lalu memasangnya di komputer tetapi gagal. Saat kembali meminta saran atau pertanggung jawaban, kita malah di tuduh melakukan kecurangan. Kita yang telah melakukan kewajiban telah kehilangan hak kita sebagai pengguna Windows tersebut.

Dari 2 cerita di atas, kita bisa memahami bahwa adanya ketidak seimbangan antara hak dan kewajiban. Bagaimana kita dapat mendapatkan hak bila kita tidak melakukan kewajiban. Bagaimana hak didapatkan bila kita melupakan kewajiban.

Topik Hak yang sedang mencuat belakangan ini adalah HKI (Hak Kekayaan Intelektual), sebuah hak yang seharusnya dimiliki pembuat aplikasi (creator) yang digunakan oleh semua orang. HKI yang dibahas ini tidak lepas dengan yang namanya kewajiban, kewajiban dari creator atas hasil karyanya. Yang sering terjadi para creator meminta hak tetapi melupakan hal terpenting yaitu kewajiban.

Ketidak seimbangan inilah yang membuat proses HKI tertunda-tunda. Bagaimana mendapatkan HKI bila kewajibannya tidak diperhatikan. Apabila Hak&Kewajiban dapat seimbang, proses selanjutnya adalah menjadi kebudayaan. Hak&Kewajiban bukanlah sebuah kebudayaan tetapi sistem yang saling bekerja sama. Saling mendukung dan saling membutuhkan.

Bagaimana creator melakukan kewajiban? Itu adalah landasan utama sebelum mendapatkan Hak. Kewajiban yang harus dilakukan adalah menghormati semua yang telah dia gunakan seperti OS, aplikasi editor dan juga Platform (PHP,Apache) yang dimanfaatkan.

Dari hal sederhana inilah HKI dapat terwujud, yaitu dengan menjalankan kewajiban. Dalam berita yang didapat selama ini, kita ditunjukkan apa yang menjadi Hak Intelektual, tetapi kita tidak mendapatkan penjelasan apa yang menjadi kewajiban Intelektual kita.

Ada kisah lain 2 creator aplikasi berbasis PHP. Keduanya bertemu untuk berbicara tentang apa yang mereka lakukan. Creator pertama bercerita apabila dia membuat aplikasi, dia menulisnya secara Open Source. Sementara creator kedua sebaliknya, dia menulis dengan tidak Open Source.

Dari pandangan kita, yang salah adalah creator kedua tetapi sesungguhnya tidak. Mereka berdua sama-sama melakukan kewajiban yang berujung mendapatkan hak mereka. Creator pertama melakukan kewajiban membuat Aplikasi yang dibuat Open Source yang merupakan dasar dari aplikasi PHP, sementara Creator kedua membuat aplikasi yang dapat melindungi perusahaan dari serangan tangan yang tidak berhak. Mereka menjalankan kewajiban tetapi tidak kepada satu subjek yang benar.

Kebudayaan yang harus dilakukan disini bukanlah tentang Hak dan Kewajiban, tetapi adalah sebuah kebiasaan untuk melakukan Kewajiban dan mendapatkan hak. Di tambah adanya kontrol positif yang menjembatani kedua hal penting tersebut. Sayangnya hal ini tidak bisa menjadi sebuah ekonomi, karena tak langsung akan menjadi sebuah bisnis dan titik terakhir dari bisnis dan ekonomi adalah permintaan pasar. Siapa yang kuat dan butuh, dialah yang memberi dan meminta. Dan berujung merusak inti dari tujuan HKI sebenarnya.

Author : Gunawan

Posting Komentar

0 Komentar