Header Ads

ad728
  • Breaking News

    Allah Maha Mendengar

    Namaku Yati, seorang Ibu tunggal dengan 2 orang putri. Rara si sulung berumur 6 tahun dan Riri, adiknya 4 tahun. Suamiku sdh berpulang setahun yg lalu.

    Dgn berbekal motor dan handphone bekas peninggalan suamiku, aku memilih menjadi ojek online untuk menghidupi kedua anakku. Aku hanya menunggu pesanan datang di rumah karena tidak bisa meninggalkan kedua anakku sendirian. Bila ada pesanan datang, baru mau tak mau aku meninggalkan mereka sebentar dan secepatnya kembali lagi. Mungkin karena itu pendapatanku sepi.

    Hari sudah beranjak malam, waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB. Seharian ini baru satu pesanan yg datang, itupun membayar dgn uang virtual. Saldo uang virtualku tidak mencapai angka minimal, jadi tidak bisa kutarik di gerai atm. Sedangkan uang yang kupegang hanya tinggal selembar uang sepuluh ribuan.

    Bensin sudah hampir habis, kedua anakku baru makan sepotong roti seharga dua ribu semenjak pagi. Itu pun kubagi dua. Aku memutar otak, mencari cara agar uang ini bisa cukup sampai esok hari. Bila uang ini kubelikan sebungkus nasi untuk anak-anakku makan nanti, besok pasti aku tidak bisa menerima tarikan lagi.

    "Dimana Engkau saat aku membutuhkanMu ya Alloh," lirihku. Tak sampai semenit kemudian HPku bergetar, pertanda masuk orderan. Ternyata yg masuk order makanan,  "Alhamdulillah," pekikku. Bergegas aku menuju motorku, dan berpamitan pada kedua putriku.

    Setelahnya aku segera mengirim pesan pada pelangganku.

    "Malam Mbak, pesanannya sesuai aplikasi ya?," sapaku.

    "Malam Bu. Ia sesuai aplikasi ya."

    "Baik, mohon ditunggu," balasku.

    Aku segera memacu sepeda motorku ke warung bensin terdekat. Kuserahkan lembaran uang terakhirku, "Kalau orderan ini selesai, aku bisa menarik uangku di atm dan membeli makanan kesukaan Rara dan Riri," batinku._

    Kubuka HPku untuk memastikan orderanku tidak dibatalkan.

    "Bu, minta tolong nanti pesananku tidak usah diantar ke rumah ya, titip untuk anak-anak Ibu. Terimakasih," begitu isi chatnya.

    Tertegun. Kubaca berulang kali chat yang pelangganku kirimkan. Segera kubalas chatnya dgn untaian doa dan ribuan ucapan terimakasih. Ya, Alloh menjawab doaku.

    Kupacu sepeda motor ke resto yg GPS tunjukkan padaku. Sepanjang jalan tak henti-hentinya kuucapkan Alhamdullilah. Tak sampai 5 menit kemudian aku sampai di tempat tujuan, gelap. Restonya sudah tutup. Bagaimana ini,pikirku. Segera ku chat pelangganku tadi.

    "Mbak, maaf. Ini saya sudah di depan restonya. Kok suah tutup ya Mbak? Kalau di aplikasinya bagaimana Mbak?"_
    "Loh, di aplikasi masih buka Bu restonya."

    "Sebentar Mbak, ini saya di depan restonya. Saya fotoin ya Mbak," segera kuarahkan kamera HPku dan mengambil foto lalu mengirimkannya pada pelangganku.

    "Yaah, kok udah tutup ya Bu. Harusnya kalau sudah tutup nggak bisa order sayanya. Gimana ya Bu?"

    "Ia Mbak, sudah tutup. Apa mau ganti resto aja Mbak?," tawarku.

    "Kalau ganti resto gimana caranya Bu? Kalau yang ini saya cancel kan berarti belum tentu Ibu yang dapat orderan saya nanti."

    "Ya udah, nggak papa Mbak. Mungkin belum rejeki saya," jawabku sambil meremas ujung jaketku saat membalas chatnya._

    "Yaah.. maaf banget ya Bu kalau begitu. Maaf banget, saya cancel ya berarti."

    "Ia Mbak nggak papa," kuakhiri chat dengan pelangganku.

    Ting!
    Pemberitahuan pembatalan pesanan pun masuk ke HPku. Aku berjongkok memeluk lututku, menangis tanpa suara, sedih dan pilu rasanya. Tanpa sepeser uang dan sedikit saja makanan "Ya Alloh, sampai batas mana lagi hamba harus bersabar. Untuk Rara dan Riri makan saja ya Alloh, buat makan mereka saja..," ratapku.

    Hampir lima menit lamanya aku menangis. Tak henti-hentinya hati ini memberontak pada-Nya.

    Ting!
    Kembali HPku berbunyi, tanda ada pmberitahuan yg masuk. Aku sudah pasrah. Bila yang masuk adalah orderan makanan akan langsung aku batalkan karena aku tidak punya cukup uang untuk membeli. Semoga saja yang datang pesanan antar jemput penumpang, batinku.

    Ku tatap layar HPku, dan tak percaya apa yang aku baca.

    "Pelanggan 08153455****, melakukan pembayaran sebesar Rp. 100.000,- melalui G*pay."

    Ini kan no pelanggan yg membatalkan pesanannya tadi, pekikku. Segera kukirim pesan pribadi melalui sms padanya,

    "Malam Mbak, sepertinya Mbak salah transfer dana ke HP saya ya Mbak?,"

    "Nggak kok Bu, itu buat ganti yang tadi Bu. Titip buat makan malam Ibu dan anak2 Ibu ya."

    "Beneran Mbak?"

    "Bener kok Bu, masa saya bohong."

    "Terimakasih banyak yg Mbak, terimakasih banyak. Biar makin banyak rejekinya buat Mbak dan keluarga Mbak ya,"

    "Aamiin. Doa yang sama ya Bu buat Ibu dan keluarga."

    Aku masih terpaku dengan sms yang baru saja aku baca, rasanya benar-benar nggak bisa dipercaya. Dalam waktu tidak sampai 1 jam Alloh menaik turunkan emosiku dan menjawab semua doa dan kegelisahanku.

    "Ya Alloh, ampuni hamba yang meragukanMu. Hamba benar-benar malu sudah berburuk sangka padaMu. Maha besar Engkau dgn seluruh kemurahan Mu yg selalu mendengar & menjawab doa-doaku." Kuucapkan doa itu berulang-ulang sepanjang perjalanan pulang. Tak lupa kubawakan sebungkus makanan kesukaan Rara dan Riri. Aku pulang.

    Catatan:

     *Alloh SWT* tidak pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambaNya. Ia tidak pernah tidur dan mendengar doa-doa kita, saya dan semua pembaca WA ini.

    Catatan Redaksi :

    Kami admin Sejutablog.com mendapatkan tulisan ini melalui WAG yang kami ikuti dan mohon maaf tidak bisa menverifikasi kebenarannya artikel dan gambar driver ojek online yang menyertainya tapi yang jelas tulisan tersebut sungguh sangat menginspirasi kita terutama disaat-saat seperti ini di tengah wabah Corona-19 yang menimpa negara kita, bagi yang diberikan rejeki berlebih oleh Allah alangkah baiknya berbagi kepada sesama yang lebih membutuhkan dengan jalan apapun pasti Allah akan memberikan petunjuk kepada kita.
    Bagi temen-temen yang mengalami kejadian semisalnya teruslah yakin akan do'a-do'a kita pastilah akan di kabulkan oleh Allah Yang Maha Pengabul Do'a...

    No comments

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728